MENGETUK PINTU HATI MENYULAM HARAPAN

Mengetuk Pintu Hati, Menyulam Harapan: Penyuluh KUA Kec. Pakuniran Bangkitkan Spirit Warga Binaan Rutan Kraksaan”

Probolinggo — Di balik jeruji besi yang sunyi, puluhan pasang mata menatap penuh harap. Wajah-wajah yang pernah tersandung masa lalu itu hari ini tampak berseri, seolah menemukan cahaya baru.
Kamis (21/8), Rutan Kelas IIB Kraksaan menjadi saksi perjalanan batin yang menyentuh hati, ketika Muhammad Is Afandi, Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Kecamatan Pakuniran, hadir membawa pesan damai dan cahaya taubat bagi para warga binaan.

Suasana Masjid rutan pagi itu terasa berbeda. Lantunan ayat suci Al-Qur’an membuka acara penyuluhan. Deru napas warga binaan terdengar lirih, seolah masing-masing tengah berbicara dengan dirinya sendiri.

Dengan suara yang tenang namun penuh semangat, Is Afandi membuka penyampaiannya:

> “Setiap manusia pasti pernah salah. Namun, ingatlah… Allah tidak pernah menutup pintu taubat bagi siapa pun. Selama kita mau kembali, jalan itu selalu terbuka.”

Kalimat itu membuat beberapa peserta menundukkan kepala, bahkan ada yang menyeka air mata. Raut wajah mereka seakan menceritakan kisah panjang tentang penyesalan, perjuangan, dan keinginan untuk memulai hidup baru.

Mengangkat Tema Kemanusiaan

Dalam penyuluhan bertema “Merajut Harapan, Menjemput Ampunan”, Is Afandi mengajak warga binaan merenungi makna ujian hidup. Ia menegaskan, kesalahan bukanlah akhir perjalanan, melainkan kesempatan untuk belajar dan berubah.

“Allah sudah menyiapkan ampunan seluas langit dan bumi. Tinggal kita, maukah melangkah mendekat atau terus berlari menjauh?” ucapnya sambil menatap satu per satu wajah peserta.

Materi penyuluhan dilengkapi dengan kajian QS. Az-Zumar [39]:53 tentang rahmat Allah, serta QS. Al-Baqarah [2]:286 yang menegaskan bahwa setiap ujian sesuai dengan kesanggupan hamba-Nya.

Kisah Warga Binaan

Di sela-sela acara, seorang warga binaan, sebut saja Fahmi (32), mengaku mendapatkan energi baru dari kegiatan ini.

> “Saya banyak salah… tapi setelah mendengar penyuluhan ini, saya merasa masih punya kesempatan. Saya ingin berubah, untuk keluarga, untuk masa depan,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Cerita Fahmi hanyalah satu dari sekian banyak kisah di balik tembok rutan. Para warga binaan berharap, kegiatan seperti ini bisa lebih sering dilakukan untuk membantu mereka menemukan ketenangan batin.

Mengajarkan Ibadah dan Kebiasaan Baru

Penyuluhan tidak hanya berisi tausiah. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan tadarus Al-Qur’an, doa bersama, dan simulasi shalat berjamaah.
Menurut Is Afandi, praktik ibadah seperti ini penting untuk menumbuhkan kebiasaan positif sehari-hari.

> “Kami ingin mereka punya bekal saat keluar nanti. Mereka harus siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi baru yang lebih baik,” jelasnya.

Apresiasi Pihak Rutan

Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan memberikan apresiasi atas langkah Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo yang terus bersinergi membina warga binaan.

> “Pembinaan mental dan spiritual sangat penting. Kami bersyukur ada penyuluh agama yang hadir, karena ini bisa menjadi titik awal transformasi kehidupan mereka,” ujarnya.(is)

Postingan populer dari blog ini

GEGER DI PAKUNIRAN!!!

KUA PAKUNIRAN DAMPINGI PENYELESAIAN AIW YAYASAN NURIZ KOMARUZZAMAN

PENYULUH KUA PAKUNIRAN DIGENJOT!