“10 PASANG CALON PENGANTIN DIGEMBLENG, KUA PAKUNIRAN SIAPKAN GENERASI KELUARGA HEBAT!”
“10 Pasang Calon Pengantin Digembleng, KUA Pakuniran Siapkan Generasi Keluarga Hebat!”
Probolinggo – Pakuniran
Suasana aula Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pakuniran tampak riuh penuh semangat, Rabu (03/09/2025). Sebanyak 20 peserta yang terdiri dari 10 pasang calon pengantin dan beberapa pendamping mengikuti Bimbingan Perkawinan (Bimwin). Kegiatan ini digelar untuk membekali calon pasangan suami istri agar siap membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Acara dibuka langsung oleh Kepala KUA Kec. Pakuniran, Drs. H. Imam Asy’ari. Dalam sambutannya, Imam menegaskan bahwa pernikahan bukan sekadar ijab kabul, melainkan awal perjalanan panjang yang penuh tantangan.
> “Pernikahan itu ibarat berlayar di samudra luas. Harus siap dengan badai, ombak, dan gelombang. Melalui bimbingan ini, kami ingin membekali calon pengantin agar punya ilmu, kesabaran, dan strategi membina rumah tangga yang harmonis,” ujar Imam Asy’ari dengan penuh semangat.
Para peserta mengikuti rangkaian materi yang dikemas interaktif dan menyenangkan. Muhammad Is Afandi, S.Hi, penyuluh agama Islam fungsional KUA Pakuniran, memaparkan teknik komunikasi efektif dalam rumah tangga, cara mengelola konflik, hingga tips menjaga keharmonisan pernikahan.
> “Cinta saja tidak cukup. Suami istri harus punya komitmen, tanggung jawab, dan keterbukaan. Kalau ada masalah, jangan simpan sendiri, bicarakan bersama,” pesan Is Afandi.
Tak hanya materi, peserta juga diajak simulasi peran dalam menghadapi konflik rumah tangga, sehingga mereka bisa merasakan langsung bagaimana cara menyelesaikan masalah dengan bijak.
Salah satu peserta, Siti Mariam (22) asal Desa Alaspandan, mengaku sangat terbantu dengan bimbingan ini.
> “Awalnya saya pikir menikah itu mudah, tapi ternyata banyak hal yang harus disiapkan. Lewat bimwin ini, saya jadi lebih paham bagaimana menghadapi perbedaan dengan pasangan,” ujarnya sambil tersenyum.
Kegiatan yang berlangsung sehari penuh ini juga membahas kesehatan reproduksi, manajemen keuangan keluarga, dan peran keluarga dalam mendidik anak. Suasana cair dan penuh tawa membuat peserta semakin antusias menyerap materi.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta menerima sertifikat bimbingan perkawinan sebagai bukti kelulusan. Imam Asy’ari berharap, ilmu yang diperoleh menjadi bekal berharga dalam membangun rumah tangga yang harmonis.
> “Kami ingin generasi muda Pakuniran siap lahir batin untuk membina keluarga. Keluarga yang kuat akan melahirkan masyarakat yang kuat pula,” tegasnya.(is)