KUA PAKUNIRAN JADI SAKSI TIGA PASANGAN PENGANTIN
KUA Pakuniran Jadi Saksi Tiga Pasang Pengantin
Rabu, 03 September 2025 | Pakuniran – PKNPOS
Suasana penuh haru dan bahagia menyelimuti halaman Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pakuniran, Rabu (03/09). Tiga pasang pengantin dari tiga desa berbeda resmi mengikat janji suci dalam sebuah akad nikah yang dipimpin langsung oleh Kepala KUA Pakuniran, Drs. H. Imam Asy’ari.
Ketiga pasangan tersebut berasal dari Desa Alas Pandan, Desa Gungungan Kidul, dan Desa Kedung Sumur. Sejak pagi, keluarga mempelai tampak memadati aula KUA, membawa doa, restu, dan senyum kebahagiaan. Prosesi berlangsung khidmat dan tertib, menandai momen sakral yang tak terlupakan bagi para pasangan muda ini.
Yang membuat akad nikah kali ini terasa berbeda, KUA Pakuniran turut menghadirkan nuansa religius yang lebih mendalam. Ust. Sholehufdin, penyuluh P3K KUA Pakuniran, dipercaya memimpin pembacaan qori’ dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang membuat suasana akad semakin khusyuk.
Tak hanya itu, khotbah nikah disampaikan oleh Muhammad Is Afandi, S.HI, Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Pakuniran, yang menegaskan pentingnya membangun rumah tangga dengan fondasi iman, takwa, dan komunikasi yang baik. Dalam khutbahnya, ia mengingatkan bahwa pernikahan bukan hanya penyatuan dua insan, melainkan juga dua keluarga dan dua hati yang berkomitmen menuju ridha Allah SWT.
“Pernikahan adalah ibadah panjang, karenanya harus dibangun dengan saling pengertian, kasih sayang, dan kesetiaan,” tegas Muhammad Is Afandi dengan suara bergetar penuh makna.
Kepala KUA Pakuniran, Drs. H. Imam Asy’ari, mengapresiasi sinergi penyuluh agama dalam memberikan sentuhan religi pada setiap prosesi akad nikah. “Kami ingin setiap pernikahan di KUA Pakuniran bukan hanya sah secara hukum, tapi juga menjadi titik awal terbentuknya keluarga sakinah, mawaddah, warahmah,” ujarnya.
Dengan iringan doa dan harapan terbaik, prosesi akad nikah tiga pasangan pengantin ini ditutup penuh kebahagiaan. Senyum lepas para mempelai, kilau air mata haru keluarga, dan gema doa restu menjadi saksi lahirnya babak baru perjalanan hidup mereka.(is)